Sabtu, 16 Juli 2011
Dampak nya nie Gan!!,,
Posted by Achmad Ramdani at Sabtu, Juli 16, 2011 Label: Seni dan budaya | 0 unek - unek
Ormas La galigo
Posted by Achmad Ramdani at Sabtu, Juli 16, 2011 Label: Seni dan budaya | 0 unek - unek

Senin, 20 Desember 2010
mistik badik bugis
Posted by Achmad Ramdani at Senin, Desember 20, 2010 Label: Seni dan budaya | 0 unek - unek
Badik/kawali bagi masyarakat Sulawesi Selatan mempunyai kedudukan yang tinggi. Badik/kawali bukan hanya berfungsi sekedar sebagai senjata tikam, melainkan juga melambangkan status, pribadi dan karakter pembawanya. Kebiasaan membawa Badik/kawali dikalangan masyarakat terutama suku bugis dan Makassar merupakan pemandangan yang lazim ditemui sampai saat ini terutama di tanah Bone. Kebiasaan tersebut bukanlah mencerminkan bahwa masyarakat Sulawesi Selatan khususnya suku bugis dan makassar adalah masyarakat yang gemar berperang atau suka mencari keributan melainkan lebih menekankan pada makna simbolik yang terdapat pada Badik/kawali tersebut. Pentingnya kedudukan Badik/kawali di kalangan masyarakat bugis dan makassar membuat masyarakat berusaha membuat/mendapatkan badik yang istimewa baik dari segi pembuatan, bahan baku, pamor maupun sisi’ (tuah) yang dipercaya dapat memberikan energi positif bagi siapa saja yang memiliki atau membawanya. Badik/kawali yang bagus/istimewa dapat dilihat dari beberapa unsur, yakni:
MAYAT TERHORMAT
Posted by Achmad Ramdani at Senin, Desember 20, 2010 Label: Seni dan budaya | 0 unek - unek
lidah pisang (naskah monolog)
Posted by Achmad Ramdani at Senin, Desember 20, 2010 Label: Seni dan budaya | 0 unek - unek
S e b u a h M o n o l o g
(revisi - untuk pentas Yogya, 25-26 Nov 1997)
karya Agus Noor & Indra Tranggono
dimainkan Butet Kartaredjasa dengan penata musik Djaduk Ferianto
SEORANG wartawan mencoba memberikan kesaksiannya, tentang Pak Mardiko yang pepe di Balai Desa Menangan. Sudah hampir 30 tahun Pak Mardiko, seorang buruh tani, pepe seperti itu, digerus hujan dan debu. Pak Mardiko pepe menuntut kejelasan nasib anaknya yang dituduh mengerakkan kerusuhan, dan hilang tak tentu rimbanya.
Kegigihan Pak Mardiko, membuat Pak Lurah merasa terganggu. Ia merasa itu sebagai ancaman atas jabatannya. Bermacam usaha ia lakukan. Membujuk secara halus, sampai mengirim petugas keamanan untuk menggertak dan menghentikan pepe Pak Mardiko. Tetapi Pak Mardiko bergeming. Ia terus menuntut agar Pak Lurah memberi penjelasan, bagaimana nasib anaknya yang semata wayang itu. Ia yakin, Pak Lurahlah yang merancang skenario penangkapan itu, yang merekayasa peristiwa kerusuhan antar desa itu. Untuk mencuci tangan, Pak Lurah melimpahkan semua kesalahan itu pada anaknya. Pak Mardiko yakin itu. Karena itulah, ia terus bersikukuh pepe, meski tubuhnyta telah renta dan sakit-sakitan.
Matinya Toekang kritik (naskah Monolog)
Posted by Achmad Ramdani at Senin, Desember 20, 2010 Label: Seni dan budaya | 0 unek - unek
Karya Agus Noor
Terdengar detak nafas waktu…
Sebelum pertunjukan – sebelum dunia diciptakan – denyut waktu itu mengambang memenuhi ruang – semesta yang hampa. Seperti denyut jantung. Terdengar detak-detik waktu bergerak. Seperti merembes dari balik dinding. Seperti muncul dan mengalir menyebar di antara kursi-kursi yang (masih) kosong…
Ketika para penonton mulai masuk ruang pertunjukan, mereka mendengar waktu yang terus berdedak berdenyut itu. Mereka mendengar suara detik jam yang terus berputar. Suara ddetak-detik waktu yang bagai mengepungnya dari mana-mana.[1] Sementara pada satu bagian panggung, mereka menyaksikan kursi goyang yang terus bergerak pelan seakan mengingatkan pada ayunan bandul jam. Bergoyang-goyang. Kursi itu temaram dalam cahaya. Terlihat selimut menutupi kursi itu, seperti ada orang yang tertidur abadi di atas kursi itu. Waktu berdenyut. Kursi terus bergoyangan.
Minggu, 12 Desember 2010
Artikel La Galigo (warisan seni budaya nusantara)
Posted by Achmad Ramdani at Minggu, Desember 12, 2010 Label: Seni dan budaya | 0 unek - unek
Syahdan, pada abad ke-15, dunia telah mengenal La Galigo. Bahkan 300 ribu larik epik itu konon sudah lahir ketika abad Masehi baru mencium bumi. Sungguh tua, sungguh panjang usia kisah yang pernah menjadi bagian dalam kehidupan suku Bugis ini. Inilah epos yang konon terpanjang di seluruh dunia. Jumlah ini jauh lebih gemuk ketimbang
La Galigo (part 2)
Posted by Achmad Ramdani at Minggu, Desember 12, 2010 Label: Seni dan budaya | 0 unek - unek
La Galigo (Part 1)
Posted by Achmad Ramdani at Minggu, Desember 12, 2010 Label: Seni dan budaya | 0 unek - unek
